Sistem Pendidikan Nasional : Sebuah Pengertian Filosofis.

Sehubungan dengan persoalan yang dibahas dalam tulisan ini mengenai prinsip-prinsip yang bersifat filosofis tentang sistem pendidikan nasional. Maka, patut dijelaskan pengertian sistem pendidikan nasional secara filosofis untuk mengungkap formulasi bahasan tulisan ini, sehingga bahasan terfokus pada persoalan yang mendasar dan patut dibahas.

Penjelasan pertama yakni mengenai sistem, sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Jusuf Amir Faesal mengungkapkan sistem adalah suatu himpunan gagasan atau prinsip-prinsip yang saling bertautan, yang tergabung menjadi suatu keseluruhan. Jadi, sederhananya sistem adalah satu kesatuan yang utuh dan menyeluruh yang saling bertautan dan berhubungan yang memuat suatu himpunan gagasan atau prinsip-prinsip yang saling bertautan.

Penjelasan kedua yakni mengenai filsafat, menurut Imam Barnadib filsafat diartikan ilmu yang berusaha untuk memahami semua hal yang timbul di dalam keseluruhan lingkup pengalaman manusia. Namun, menurut Junjun S. Suriasumantri filsafat berarti mengoreksi diri, semacam keberanian untuk berterus terang, seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang dicari telah kita jangkau. Ringkasnya, menurutnya filsafat adalah segala sesuatu yang mungkin dapat dipikirkan.

Disamping itu, secara umum Jusuf Amir Faesal mengungkap bahwa sistem pendidikan nasional yakni suatu usaha keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional. Atau ringkasnya, sistem pendidikan nasional adalah satu pranata dari sejumlah pranata yang berada dalam sistem pendidikan nasional.

Dari berbagai pengertian diatas, kesimpulan sederhana mengenai sistem pendidikan nasional secara filosofis adalah satu kesatuan yang utuh dan menyeluruh yang saling bertautan dan berhubungan dalam sistem pendidikan nasional untuk mencapai tujuan pendidikan nasional secara umum. Jika tinjauannya filosofis maka tentu akan berhubungan dengan metode filsafat seperti konteks epistimologi, ontologi dan aksiologi.

Keterkaitan sistem dengan filosofis dalam hal pendidikan nasional sangat penting, maka filosofi sistem pendidikan nasional dipelajari secara menyeluruh, satu kesatuan yang utuh, guna memperoleh pandangan mengenai problem-problem utama dan lapangan penyelidikannya yang saling berhubungan dengan mekanisme pendidikan secara umum.

Namun, karena mekanisme pendidikan bersifat pengalaman dan aksi-lapangan yang berproses. Karenanya, dalam konsepsi sistem pendidikan nasional juga bersifat filosofis dalam satu kesatuannya. Dan juga karena filsafat merupakan produk berpikir, maka filsafat senantiasa mengalami perubahan. Karenanya, proses filosofi berangkat dari ontologi dan epistimologi. Sementara itu, proses pendidikan bersifat kegiatan dan juga sebagai ilmu, maka penulis menguak persoalan sistem pendidikan nasional sebagai ilmu melalui pendekatan keilmuan dengan menggunakan metode ontologi, yakni mengungkap prinsip-prinsip filosofis sistem.

Disamping itu, fenomena pendidikan nasional mengajak kita juga berbicara mengenai sistem pendidikan nasional dalam kerangka filsafat pendidikan spekulatif. Kerangka ini dibutuhkan mengingat problematika pendidikan nasional kita yang lahir dari ‘rahim sejarah’ yang unik. Spekulatif dibutuhkan untuk mempertegas bahwa ‘tak ada satu pun di dunia ini yang mustahil’, ‘sulit bukan berarti tidak mungkin’, atau ‘no mission imposible’ dan seterusnya.

Arahan spekulatif itu adalah berkisar pada terumusnya tujuan pendidikan Islami dalam kerangka pendidikan nasional. Dan menawarkan prinsip-prinsip filosofis ke dalam sistem pendidikan nasional secara umum. Adapun prinsip-prinsip filosofis yang patut menjadi perhatian dalam sistem pendidikan nasional yang islami adalah Prinsip Keseimbangan Tujuan-hidup(Filosofis Sistem Pendidikan Nasional), Prinsip Integralitas-ilmu, Prinsip Kurikulum Sintesis, Prinsip Metode Sintesis-Kreatif, Prinsip Alat Bantu-inovatif, Prinsip Evaluasi-Proyektif, dan Prinsip Open-Management.

About these ads

Tentang zulkarnainyani

Zulkarnain dilahirkan pada tanggal 22 Nopember 1977 dari rahim seorang ibu yang sangat mulia ibunda tercinta Hj. Nur'aini HN, A.Md dan belaian kasih sayang seorang ayahanda tercinta H. Aliyani Damiri HS, pendidikan agama dan hidup disiplin diajarkan dan ditanamkan oleh kedua orang tua dari rumah, sejak kecil bercita-cita ingin menjadi seorang polisi. Pendidikan dimulai dari Taman Kanak-Kanak selama 2 tahun, kemudian pada usia 7 tahun memasuki jenjang pendidikan MIN 1 Teladan Palembang, selama 6 tahun menimba ilmu agama dan umum, setamat dari pendidikan dasar, pendidikan dilanjutkan ke jenjang berikutnya yaitu MTs Negeri II Palembang, selama 3 tahun belajar dan menimba ilmu, banyak torehan prestasi yang telah disumbangkan bagi sekolah dan kedua orang tuanya, sebanyak 20 piala tetap yang diperolehnya dan disumbangkan bagi sekolahnya tercinta, dari bidang prestasi pendidikan, menjadi juara II dari sejak kelas I - III dan pada akhirnya masuk dalam 6 besar. Setamat dari pendidikan menengah pertama, pendidikan dilanjutkan ke daerah orang, dengan tekad yang kuat dan membara merantau ke provinsi lampung, setelah melalui seleksi yang sangat ketat, selama 3 tahun menimba ilmu dibangku Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Lampung, ilmu agama dan ilmu umum pun didalami, banyak pengalaman berharga yang diperoleh selama menimba ilmu di lampung, kitab-kitab kuning yang dulu dibenci pada akhirnya menjadi kitab-kitab yang sangat dicintai. Dengan niat dan semangat yang kuat, berbekal do'a restu dari kedua orang tua dan saudara-saudara, untuk pertama kalinya pada pertengahan tahun 2006 mulai menapaki kaki di kota gudeg yogyakarta yang terkenal dengan sebutan kota pelajar, jurusan bahasa dan sastra arab menjadi pilihan untuk melanjutkan pendidikan bahasa arab yang telah menjadi modal awal hingga pilihan jatuh pada jurusan tersebut, begitu banyak ilmu yang diperoleh selama 4 tahun 4 bulan di bangku kuliah, organisasi kemahasiswaan pun tak luput dari perhatian, sejak semester 1 telah mengikuti kegiatan organisasi extra kampus yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), pada semester III dipercayai teman-teman di Rayon Fakultas Adab menjadi Ketua KORP, suatu elemen dari organisasi PMII yang menjadi payung bagi teman-teman yang baru aktif dan ingin eksis, pada semester V melalui Rapat Anggota Tahunan terpilih menjadi Ketua PMII Rayon Fakultas Adab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta selama 1 tahun, pada tahun tersebut menjadi saksi bisu dimana menjadi tonggak runtuhnya rezim Orde Baru, pada semester VII disaat sedang menyusun tugas akhir (skripsi) teman-teman seperjuangan meminta untuk ikut serta dalam pesta demokrasi di kampus IAIN Sunan Kalijaga dan duduk sebagai anggota Senat Mahasiswa (SEMA) Institut, dengan bantuan moril dan do'a dari teman-teman keinginan tersebut dapat diwujudkan. Selama kurang lebih 1,5 tahun amanah tersebut dilaksanakan. Pada tahun 2000 tepat di bulan desember ujian munaqasyah, suatu tahapan akhir yang harus dilalui guna memperoleh gelar kesarjanaan pun dilewati dengan lancar, skripsi dengan judul Hamzah Fansuri wa Syi'ruhu Thair al-'Uryan; Dirasah Tahliliyah Maudhu'iyah pun menjadi saksi keberhasilan studi pada strata satu dengan IPK 3,58 predikat Cum Laude sebagai terbaik ke III untuk tingkat Fakultas Adab, selama 4 tahun 4 bulan tugas yang diberikan oleh kedua orang tua pun terselesaikan dengan hasil tersebut. Pada bulan Maret 2001, dengan niatan yang kuat dan keinginan tuk menuntuk ilmu pun menjadi modal untuk melangkahkan kaki ini ke kota Pare-Kediri, Jawa Timur guna memperkuat bahasa inggris yang selama ini dimiliki, selama kurang lebih 7 bulan berada di desa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, berbagai program diikuti mulai dari program general english, writing, translation sampai program TOEFL Preparation pun diambil dan berhasil memperoleh skor Prediction TOEFL 509. Pada pertengahan bulan Oktober 2001 pulang kembali ke kota kelahiran Palembang guna memberikan sumbangsih bagi keilmuan disana. Dengan berbekal ijazah S.1 dan 2 bahasa yang dimiliki, bahasa arab dan bahasa inggris, melamar sebagai guru honorer di MAN 2 Palembang, tugas pertama sebagai guru honor bahasa arab mengajar untuk kelas III sebanyak 9 kelas, pada semester genap 2001/2002 melamar ke Fakultas Adab IAIN Raden Fatah Palembang sebagai dosen honorer, mata kuliah naqd adaby dan bahasa inggris pun menjadi mata kuliah pertama yang diajarkan bagi mahasiwa semester 6 untuk mata kuliah naqd adaby dan mata kuliah bahasa inggris untuk mahasiswa semester 2. Selama 2 tahun sekembali dari perantauan, sejumlah lembaga pendidikan telah menjadi saksi penyebaran ilmu di kota palembang, diantaranya: Fakultas Adab IAIN Raden Fatah Palembang, MAN 2 Palembang, MA Paradigma Palembang, Universitas PGRI Palembang dan El-Rahma Education. Sejumlah ilmu pun telah disumbangkan diantaranya; Naqd Adaby, Teori Sastra, Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Agama Islam. Pada akhir tahun 2003 diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan ditugaskan pertama kali di Fakultas Adab IAIN Raden Fatah Palembang. Sejak Maret 2007 bergabung dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta, berawal sebagai staf pelaksana di instansi tersebut. Pada tahun 2009 mulai terlibat dalam tiga penelitian, antara lain : penelitian naskah klasik keagamaan:studi filologis, penelitian pemetaan dan inventarisasi naskah klasik keagamaan nusantara di Masyarakat dan penelitian pemetaan dan inventarisasi karya ulama nusantara di pondok pesantren. Sekarang sebagai peneliti dibidang lektur keagamaan pada Balai Litbang Agama Jakarta. Pendidikan S.2 pada Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Studi Kajian Islam dengan konsentrasi pada Filologi Islam.
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s